CVTOGEL DAFTAR -

Latar Belakang Gerakan

Gerakan #IndonesiaGelap pertama kali muncul pada Februari 2025, dipicu oleh kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dianggap merugikan publik. Pemerintah mengumumkan pemangkasan anggaran sebesar Rp 306,7 triliun, pembatalan beberapa pos penting seperti pendidikan dan KPK, serta revisi Undang-Undang TNI yang memperluas peran militer dalam jabatan sipil. Kebijakan ini dinilai sebagai kemunduran demokrasi dan bentuk state capture oleh elit politik.

Aksi unjuk rasa berlangsung besar-besaran pada 17–21 Februari 2025 dengan puncak pada 20 Februari, menyebar di berbagai kota—Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, hingga Makassar. Massa yang terdiri dari mahasiswa, buruh, dan aktivis turun ke jalan, memprotes kebijakan anggaran dan otoritarianisme yang makin mencuat.

Gelombang Aksi dan Represi

Demonstrasi berlangsung keras, dengan aksi pembakaran ban, pelemparan Molotov, serta bentrokan dengan aparat. Polisi menindak tegas dengan gas air mata, water cannon, dan penangkapan sewenang-wenang. Data dari organisasi masyarakat sipil mencatat sekitar 83 demonstran terluka dan 161 orang ditahan hanya dalam beberapa pekan protes. Jurnalis yang meliput juga tidak luput dari kekerasan aparat.

Simbol Perlawanan

Pada bulan Agustus 2025, simbol perlawanan baru bermunculan. Bendera bajak laut dari anime One Piece—dengan tengkorak bertopi jerami—dikibarkan di berbagai titik aksi. Bagi para demonstran, bendera ini melambangkan perlawanan terhadap elitisme, ketidakadilan, dan pemerintahan yang dianggap merampas demokrasi. Pemerintah menanggapi dengan represif: bendera-bendera disita, pemiliknya diperiksa, bahkan ada ancaman pidana. Amnesty International mengecam tindakan ini sebagai pelanggaran terhadap kebebasan berekspresi.

Eskalasi Terbaru: Tunjangan Parlemen

Gelombang protes memuncak lagi pada 25–26 Agustus 2025 setelah DPR mengesahkan tunjangan rumah untuk anggota parlemen sebesar Rp 50 juta per bulan, sepuluh kali lipat upah minimum. Kebijakan ini memicu kemarahan publik karena dianggap tidak peka di tengah kesenjangan ekonomi.

Ribuan orang kembali memadati gedung DPR/MPR Jakarta. Polisi menembakkan gas air mata dan menurunkan pasukan anti huru-hara, sementara demonstran membakar sepeda motor dan menyalakan api di jalan. Massa menyerukan penghapusan tunjangan berlebihan, menolak korupsi sistemik, serta mengecam militerisasi sipil yang semakin kuat.

Kesimpulan

Gerakan #IndonesiaGelap kini menjadi simbol perlawanan publik terhadap elitisme politik, korupsi, dan kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rakyat. Dari pemangkasan anggaran, revisi UU TNI, hingga tunjangan parlemen yang fantastis, gelombang protes ini menandakan ketidakpuasan yang semakin meluas. Dengan aksi massa yang terus berlanjut, “Indonesia Gelap” menunjukkan bahwa suara rakyat masih bergema, menuntut keadilan dan demokrasi yang sejati.

You May Also Like

More From Author