www.winc-proxy — Anggota Komisi VII DPR RI, Mujakkir Zuhri, mendorong terjalinnya kolaborasi strategis antara perusahaan pengolahan kayu berskala besar dengan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di sektor yang sama. Tujuannya adalah untuk memperkuat fondasi industri dalam negeri dan membuka akses yang lebih luas ke pasar ekspor.
Potensi UMKM Mebel di Sentra Produksi
Mujakkir mengidentifikasi bahwa banyak pengrajin dan pengusaha mebel skala kecil yang tersebar di berbagai daerah, seperti Kosambi, Pasar Kemis, Rajeg, dan Balaraja. Usaha-usaha ini umumnya mengolah kayu menjadi produk seperti pintu dan meja dengan peralatan yang masih terbatas.
“Diharapkan Asosiasi Meubel Indonesia (ASMINDO) bersama Kementerian Perindustrian serta Kementerian yang membidangi UMKM di tingkat provinsi, khususnya Banten, dapat memberikan pendampingan,” ujarnya. Dengan dukungan yang tepat, produk-produk lokal ini berpotensi untuk ditingkatkan kualitasnya sehingga setara dengan produk impor.
Sinergi untuk Hadapi Pasar Global
Mujakkir meyakini bahwa perusahaan besar di Provinsi Banten sebenarnya telah memiliki kemampuan untuk mengekspor ke pasar utama seperti Tiongkok dan Amerika Serikat. Kunci untuk memperkuat posisi ini terletak pada kemitraan yang saling menguntungkan dengan UMKM.
“Faktanya, sudah ada perusahaan berskala besar yang melibatkan pengusaha kecil dan UMKM dalam rantai produksinya. Menariknya, produk yang dihasilkan dengan sentuhan manual justru banyak memiliki peminat,” jelasnya dengan optimis.
Kolaborasi semacam ini dinilai bukan hanya sebagai strategi bisnis, tetapi juga sebagai benteng pertahanan industri dalam negeri. “Jika perusahaan besar dan UMKM bisa bersinergi, maka bersama-sama kita dapat lebih tangguh menghadapi derasnya arus produk impor yang masuk ke Indonesia,” pungkas Mujakkir Zuhri.
