www.winc-proxy — Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus, menyatakan dukungan penuh partainya terhadap pengembalian Transfer Ke Daerah (TKD) secara penuh. Dukungan ini terutama ditujukan bagi daerah-daerah yang saat ini sedang berjuang menghadapi berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.

Dukungan untuk Kesiapsiagaan Daerah

Menurut Sitorus, dalam situasi anomali iklim seperti sekarang, seluruh pemerintah daerah harus berada dalam kondisi siaga. Cuaca ekstrem yang melanda hampir seluruh kabupaten dan kota mengharuskan setiap daerah untuk mempersiapkan diri dengan matang. Pengembalian TKD secara penuh dinilai sebagai langkah krusial untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah dalam menghadapi keadaan darurat.

Pelajaran dari Keterlambatan Tanggap Bencana

PDIP tidak hanya mendorong pemulihan TKD, tetapi juga mendesak pemerintah untuk mengalokasikan anggaran khusus bagi kesiapsiagaan dan tanggap bencana. Sitorus mengingatkan bahwa keterlambatan respons baik dari pemerintah pusat maupun daerah dalam menangani bencana tahun lalu merupakan bukti nyata dari dampak negatif keterbatasan anggaran.

“Ini sangat nyata kita lihat. Oleh karena itu, negara yang rawan bencana seperti kita ini tidak bisa tidak, tentu harus ada anggaran yang selalu disiapkan untuk menghadapi situasi-situasi seperti ini,” tegasnya. Ia menegaskan kembali komitmen partainya, “Jadi kami mendukung bahwa TKD itu dikembalikan.”

Usulan Sumber Anggaran Alternatif

Sebagai jalan keluar untuk mengakomodasi pengembalian TKD tanpa membebani anggaran negara, PDIP mengusulkan agar efisiensi anggaran dialihkan ke program-program nasional lainnya terlebih dahulu. Sitorus mencontohkan program Merah Putih Bintang Gemilang (MBG) sebagai salah satu pos yang dapat diefisienkan.

“Kami berharap efisiensi itu dilakukan untuk program-program yang lain dulu, ya. Seperti MBG saya kira bisa diefisienkan untuk mengembalikan anggaran yang membuat pemerintah daerah lebih berdaya,” jelasnya.

Anggaran yang dikembalikan tersebut, lanjutnya, tidak hanya akan digunakan untuk penanganan bencana yang sedang terjadi, tetapi juga untuk upaya perlindungan jangka panjang dan kegiatan edukasi kebencanaan. Langkah ini dianggap penting untuk membangun ketahanan daerah yang lebih tangguh di masa depan.

You May Also Like

More From Author