www.winc-proxy — Dalam setiap perayaan Tahun Baru Imlek, kehadiran Barongsai selalu dinantikan. Pertunjukan yang penuh energi ini bukan sekadar tarian atau hiburan semata. Setiap gerakan kepala singa, lompatan di atas tonggak, hingga dentuman tambur yang mengiringi, sarat dengan makna spiritual sebagai penolak bala dan pembawa berkah bagi tempat yang disinggahi.
Filosofi Warna Merah dan Kuning
Dominasi warna merah dan kuning pada tubuh Barongsai memiliki makna filosofis yang mendalam, jauh melampaui sekadar estetika. Warna merah melambangkan kebahagiaan, keberanian, dan keberuntungan. Dalam kepercayaan tradisional, warna ini juga dipercaya memiliki kekuatan untuk mengusir roh jahat dan nasib buruk.
Sementara itu, warna kuning menjadi simbol kekayaan, kesuksesan, dan kemakmuran. Perpaduan kedua warna ini merepresentasikan harapan kolektif masyarakat dalam menyambut tahun baru: kehidupan yang lebih sejahtera, penuh sukacita, dan terlindung dari segala hal negatif.
Dua Aliran Utama dan Perkembangannya di Indonesia
Secara historis, Barongsai berasal dari Tiongkok dengan dua aliran utama yang berbeda karakter. Barongsai Utara atau Pekingsai memiliki tubuh yang lebih pendek dan berbulu lebat. Pertunjukannya kerap menampilkan akrobat di atas bola atau susunan meja, dengan warna dominan kuning kemerahan atau oranye.
Popularitas Barongsai Selatan
Di Indonesia, Barongsai Selatan (Nan-shi) justru lebih populer. Barongsai aliran ini memiliki tampilan yang lebih variatif, dilengkapi tanduk, mata besar, dan berbagai ornamen simbolis. Di kepalanya sering dipasang cermin kecil yang dipercaya dapat memantulkan energi negatif, sementara tanduknya diikat kain merah.
“Makna antara Barongsai Utara dan Selatan pada dasarnya sama, hanya wujud fisiknya saja yang berbeda,” jelas Herry Siswanto, Ketua Sasana Liong n Barongsai Kung Chiao dan Wushu Genta Suci. Popularitas Barongsai Selatan di tanah air tidak terlepas dari sejarah perkembangannya yang lebih dahulu masuk dan beradaptasi.
Keberadaan Barongsai, dalam bentuk apapun, tetap menjadi inti dari perayaan Imlek. Ia adalah perwujudan fisik dari doa, harapan, dan semangat untuk menyongsong tahun baru dengan lebih baik, penuh keberuntungan, dan terlindung dari marabahaya.
