Kolaborasi Wujudkan Akses Air Bersih Pascabencana di Agam

Pembangunan jaringan pipa air bersih di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berjalan dengan melibatkan partisipasi aktif lebih dari 50 warga lokal. Keterlibatan masyarakat ini tidak hanya mempercepat proses konstruksi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung dan menumbuhkan rasa kepemilikan bersama terhadap infrastruktur yang dibangun.

Fondasi Pemulihan Pascabencana

Program ini diharapkan dapat menjadi fondasi awal bagi pemulihan kehidupan masyarakat di Nagari Salareh Aia. Inisiatif ini juga dijadikan contoh konkret kolaborasi berkelanjutan dalam penanganan fase pascabencana, di mana rehabilitasi menjadi kunci utama.

Respons Pemerintah dan Dampak Nyata

Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesra Sekretariat Daerah Agam, Yunilson, menyampaikan apresiasi atas bantuan air bersih yang diberikan. “Air bersih sebelumnya menjadi masalah serius bagi masyarakat kami. Bahkan, pelayanan Puskesmas Koto Alam sempat terhenti selama dua bulan. Setelah instalasi pipa ini berjalan, pelayanan kesehatan sudah dapat beroperasi kembali,” jelas Yunilson.

Ia mengakui bahwa permasalahan air di beberapa daerah terdampak bencana seperti Palembayan, Malalak, dan Tanjung Raya telah mulai teratasi. Namun, masih terdapat beberapa bagian instalasi yang memerlukan perbaikan lebih lanjut untuk memastikan keberlanjutan.

Harapan untuk Kolaborasi Berlanjut

Pemerintah daerah berharap kolaborasi dalam pemulihan pascabencana dapat terus berjalan. “Pemulihan pascabencana masih sangat dibutuhkan. Mengingat Agam merupakan daerah yang paling parah terdampak di Sumatera Barat, dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp7,9 triliun akibat rusaknya infrastruktur, rumah, lahan pertanian, dan aset lainnya,” tandas Yunilson.

Kerja sama multipihak dinilai vital untuk mengembalikan kondisi daerah dan memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi kemungkinan bencana di masa depan.

You May Also Like

More From Author