ptslot — Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan klarifikasi terkait pembangunan sumur untuk korban bencana di wilayah Sumatera. Pembangunan yang menelan anggaran sekitar Rp 150 juta per unit tersebut sebelumnya sempat menjadi perhatian publik.

Maruli menegaskan bahwa sumur yang dibangun oleh TNI AD memiliki spesifikasi dan tujuan yang sangat berbeda dengan sumur rumah tangga pada umumnya. Sumur ini khusus diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana yang kehilangan akses terhadap sumber air bersih.

Spesifikasi Teknis dan Tujuan Pembangunan

“Sumur yang dibangun ini diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana yang kehilangan akses air bersih,” jelas Maruli, seperti dikutip dari Antara, Rabu (7/1/2025).

Dia melanjutkan, untuk memastikan keberlanjutan pasokan air, pengeboran dilakukan hingga kedalaman yang signifikan, yaitu antara 100 hingga 200 meter. Kedalaman ini diperlukan untuk mencapai titik mata air (akuifer) yang mampu menghasilkan debit air besar dan stabil dalam jangka panjang.

Investasi untuk Kebutuhan Jangka Panjang

“Kalau kita tidak menemukan mata airnya, air itu pasti akan habis,” tegas Maruli. Prinsip inilah yang mendasari besarnya investasi yang dikeluarkan. Tujuannya agar satu sumur dapat mencukupi kebutuhan puluhan kepala keluarga atau bahkan satu desa, sekaligus menjadi infrastruktur permanen pascabencana.

Maruli memberikan perbandingan dengan sumur rumah tangga biasa. Biaya pembuatan sumur untuk satu keluarga, seperti di kediamannya di Bandung, tidak mencapai Rp 10 juta. Perbedaan anggaran yang sangat mencolok ini disebabkan oleh perbedaan skala, teknologi, dan tujuan penggunaan.

“Rumah saya di Bandung mungkin enggak sampai Rp 10 juta jadi tuh (sumur) air, hanya untuk kepentingan satu keluarga. Ini barang kepentingannya kan satu desa kadang-kadang,” ucapnya.

Dengan demikian, anggaran Rp 150 juta tersebut mencakup pembuatan sumur bor dalam, dilengkapi dengan sistem pompa dan jaringan distribusi sederhana untuk menyalurkan air ke beberapa titik atau rumah di sekitarnya. Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan infrastruktur dasar yang vital bagi masyarakat pascabencana.

You May Also Like

More From Author