www.winc-proxy — Motivator dan entrepreneur Merry Riana secara resmi telah bergabung menjadi anggota Partai Demokrat. Prosesi penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) langsung diberikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), pada 9 Februari 2026.

Perasaan Gugup dan Syukur di Awal Perjalanan Baru

Dalam pidato pertamanya sebagai kader partai, Merry mengaku merasakan kegugupan yang bercampur dengan rasa syukur. Ia menggambarkan momen bersejarah ini seperti memulai lembaran hidup yang baru, serupa dengan hari pernikahan.

“Saya sempat berbagi di kantor Ketum hari ini, bahwa saya merasa sangat deg-degan. Ini seperti membuka babak baru, hidup baru, bagaikan hari pernikahan,” ujar Merry dalam tayangan yang diunggah di kanal YouTube Partai Demokrat, Rabu (11/2/2026).

Jalinan Hubungan dan Kesamaan Nilai

Merry menyebut kesempatan bergabung dengan Demokrat sebagai sebuah anugerah, dipertemukan dengan orang-orang yang tepat pada waktu yang ideal. Ikatan dengan AHY ternyata telah terjalin sejak tahun 2012, didasari oleh latar belakang pendidikan yang sama di Nanyang Technological University (NTU), Singapura.

Bagi Merry, kesamaan almamater itu bukan sekadar kebetulan, tetapi simbol dari keselarasan nilai, terutama semangat untuk terus belajar dan berkembang.

Perubahan Perspektif tentang Dunia Politik

Meski karirnya selama ini berkutat di dunia bisnis, pendidikan, dan motivasi, Merry mengaku tidak pernah membayangkan akan terjun ke politik. Keyakinan awalnya adalah bahwa perubahan bisa dimulai dari lingkup terkecil: diri sendiri, keluarga, dan komunitas, tanpa perlu masuk ke dalam sistem pemerintahan.

Namun, pandangannya berubah seiring waktu. Merry menyadari bahwa untuk menciptakan perubahan yang besar dan sistemik, diperlukan akses terhadap kebijakan, sistem yang mendukung, serta keberanian untuk mengeksekusi keputusan yang berdampak luas.

Momen Penentu: Belajar dari Kekalahan

Salah satu momen yang paling berkesan dan mempengaruhi keputusannya adalah saat menyaksikan sikap AHY menerima kekalahan dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Baginya, respons tersebut mencerminkan integritas, kedewasaan, dan jiwa kesatria seorang pemimpin sejati.

“Di situ saya melihat seorang pemimpin yang tidak menggunakan kekalahan untuk memecah belah, tetapi justru menjadikannya sebagai bahan pembelajaran untuk mendewasakan diri, menjadi lebih bijak, dan menjadi manusia yang lebih baik,” kenang Merry.

Pematangan melalui Pengalaman di Pemerintahan

Merry juga menceritakan pengalamannya menjalankan peran sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sejak akhir 2024. Meski saat itu belum menjadi kader resmi, ia mengaku mendapat ruang, kepercayaan, dan penghargaan terhadap setiap proses pembelajaran dari internal Partai Demokrat.

Selama satu tahun terakhir, Merry banyak menimba ilmu langsung dari Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan juga AHY. Seluruh pelajaran berharga itu ia tuangkan dalam sebuah buku berjudul The Mentor.

Merry menegaskan, perjalanannya masuk ke dunia politik bukan semata-mata perjalanan fisik atau karir, melainkan lebih merupakan sebuah perjalanan hati dan keyakinan.

You May Also Like

More From Author