www.winc-proxy — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera menggelar rapat khusus untuk membahas penertiban operasional lapangan olahraga padel. Rapat yang dijadwalkan pada Selasa, 24 Februari 2026 di Balai Kota ini akan memanggil pihak pemberi izin dan pengelola fasilitas tersebut.

Langkah ini diambil sebagai respons atas banyaknya keluhan warga terkait tingkat kebisingan yang ditimbulkan dari aktivitas bermain padel, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.

Keluhan Warga dari Berbagai Lokasi

Gubernur DKI Jakarta menyatakan bahwa keluhan masyarakat telah diterima dari berbagai lokasi, seperti kawasan Haji Nawi dan Cilandak di Jakarta Selatan, hingga Rawamangun di Jakarta Timur. Warga yang tinggal di sekitar fasilitas olahraga ini mengaku terganggu oleh suara bising dari aktivitas permainan yang sering berlangsung hingga larut malam.

“Saya yakin kalau masyarakat di sekitar padel itu keberatan, pasti sangat terganggu. Bahkan ada laporan bayi berusia satu setengah tahun yang kesulitan tidur karena pada malam hari masih terdengar suara teriakan pemain. Menurut saya, hal ini tidak fair bagi warga,” ujarnya menegaskan.

Fokus pada Pengaturan Jam Operasional

Pemprov DKI Jakarta berencana untuk menertibkan operasional lapangan-lapangan padel, dengan fokus utama pada pengaturan jam penggunaannya. Tujuannya adalah untuk memastikan aktivitas olahraga tidak lagi mengganggu ketenangan dan kenyamanan warga di sekitarnya.

“Tempat-tempat yang berlokasi di kawasan padat penduduk akan kami tertibkan jam penggunaannya,” tegas Gubernur. Kebijakan ini diharapkan dapat menemukan titik tengah antara kebutuhan masyarakat akan fasilitas olahraga dan hak warga untuk lingkungan hunian yang nyaman.

Desakan dari Dewan Perwakilan Rakyat

Ketua Komisi X DPR RI juga turut menyoroti persoalan ini. Dia mengingatkan bahwa pertumbuhan fasilitas olahraga seperti padel harus tetap memperhatikan aspek tata ruang, analisis dampak lingkungan, dan standar ambang batas kebisingan.

“Saya mendorong pemerintah daerah untuk memastikan setiap pembangunan memenuhi aturan tersebut, termasuk mengatur jam operasional,” ujarnya. Dia juga menyarankan agar pengelola lapangan mempertimbangkan pemasangan peredam suara sebagai salah satu solusi teknis.

Kronologi Keluhan Warga yang Viral

Keluhan warga mulai mencuat ke publik setelah sebuah unggahan di media sosial Threads dari akun @idhm menjadi viral. Akun tersebut mendeskripsikan gangguan kebisingan yang hampir tanpa jeda dari sebuah lapangan padel di Jalan Haji Nawi, Cilandak.

Aktivitas tersebut diklaim berlangsung dari pukul 06.00 pagi hingga 00.00 malam. Dengan durasi permainan rata-rata 2-3 jam per sesi dan pemain yang silih berganti, suara benturan bola dan teriakan terus terdengar sepanjang hari.

Tak hanya mengeluh, warga setempat mulai melakukan pendataan dan mendokumentasikan tingkat kebisingan. Mereka juga aktif berdiskusi untuk mempelajari aspek regulasi, termasuk peraturan zonasi, tata ruang, dan baku mutu kebisingan lingkungan, sebagai dasar untuk melakukan advokasi.

You May Also Like

More From Author