www.winc-proxy — Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap aksi kekerasan dan tawuran yang menyamar dalam kegiatan Sahur on The Road (SOTR) selama bulan Ramadhan di wilayah hukumnya. Peringatan keras ini ditujukan kepada kelompok, khususnya remaja, yang memanfaatkan momen sahur bersama di jalanan untuk melakukan aksi premanisme, termasuk membawa senjata tajam.

Nol Toleransi untuk Premanisme

“Kami akan menindak tegas para pelaku kekerasan, penganiayaan, dan tawuran, khususnya kelompok yang menggunakan senjata tajam berkedok Sahur On The Road. Tidak ada ruang bagi aksi premanisme di Kabupaten Bogor,” tegas AKBP Wikha Ardilestanto di Cibinong, Selasa. Pernyataan ini menegaskan sikap tegas kepolisian dalam menciptakan rasa aman selama ibadah puasa.

Langkah Preventif melalui Patroli Intensif

Sebagai bentuk antisipasi, Polres Bogor telah menyiapkan langkah pencegahan dengan menggelar patroli sahur berskala besar secara rutin sepanjang Ramadhan. Patroli ini difokuskan pada lokasi-lokasi yang diidentifikasi rawan terjadi tawuran, balap liar, serta tempat-tempat yang biasa dijadikan titik kumpul remaja pada malam hingga dini hari.

Sinergi dengan Orang Tua

Selain upaya penindakan dan patroli, Polres Bogor juga mengedepankan pendekatan preventif dengan melibatkan peran serta orang tua. Masyarakat, khususnya orang tua, diimbau untuk turut aktif mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari. Langkah sinergis ini diharapkan dapat memastikan masyarakat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman dan aman, tanpa gangguan terhadap ketertiban umum.

You May Also Like

More From Author