www.winc-proxy — Dalam forum pertemuan Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang diinisiasi oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen penuh Indonesia terhadap rencana perdamaian untuk Palestina. Prabowo menyatakan bahwa Indonesia telah menyetujui dan berkomitmen pada 20 poin rencana yang diajukan sejak pertama kali mempelajarinya.
Dukungan dan Komitmen Nyata Indonesia
“Indonesia, sejak hari pertama kami mempelajari rencana 20 poin tersebut, kami sepenuhnya setuju dan berkomitmen penuh. Itulah alasan kami bergabung dengan Dewan Perdamaian,” ujar Presiden Prabowo dalam forum tersebut.
Meski mengakui akan adanya berbagai rintangan dan kesulitan di depan, Prabowo menyampaikan optimisme yang kuat untuk mewujudkan visi perdamaian yang sejati dan langgeng. Ia percaya bahwa semua pihak akan berhasil melewati tantangan untuk mencapai impian perdamaian di Palestina, khususnya solusi damai untuk masalah Gaza.
Kesiapan Kontribusi Pasukan Perdamaian
Sebagai bentuk komitmen konkret, Presiden Prabowo dengan tegas menyatakan kesiapan Indonesia untuk menyumbangkan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi stabilisasi internasional. “Kami siap memberikan pasukan, hingga 8.000 personel jika diperlukan, untuk ikut serta secara aktif dalam pasukan stabilisasi internasional demi mewujudkan perdamaian ini,” tegasnya menutup pernyataannya.
Apresiasi dari Donald Trump
Sebelumnya, dalam pembukaan pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington DC, mantan Presiden AS Donald Trump memberikan pujian kepada Presiden Prabowo Subianto. Trump menyebut Prabowo sebagai pemimpin besar dan tangguh yang sangat dihormati.
“Inilah seorang pria yang saya amat sukai, dia adalah orang yang sangat tangguh. Saya tak ingin berkelahi dengannya,” kata Trump, disambut dengan apresiasi dan salam balasan dari Presiden Prabowo yang hadir di tempat.
Trump juga menyoroti besarnya populasi Indonesia sebagai indikator kebesaran negara, serta memuji kinerja kepemimpinan Prabowo yang dianggapnya luar biasa dan dihargai oleh banyak pihak. Ia mengucapkan terima kasih atas kehadiran Indonesia dalam pertemuan bersejarah tersebut.
Pertemuan Perdana Dewan Perdamaian
Pertemuan perdana Dewan Perdamaian Gaza di Washington DC dihadiri oleh sejumlah pemimpin negara anggota. Selain Indonesia, hadir pula perwakilan dari Albania, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Kazakhstan, Hungaria, Pakistan, Paraguay, Uzbekistan, Vietnam, dan Mesir.
Susunan acara meliputi pembukaan oleh Donald Trump, pemaparan dari tokoh-tokoh kunci dewan, pernyataan dari masing-masing pemimpin negara anggota, serta diakhiri dengan proses pemungutan suara dan penetapan resolusi bersama.
