Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menyiapkan skema one way nasional untuk mengantisipasi puncak arus balik mudik Lebaran. Rencananya, skema ini akan mulai diterapkan pada tanggal 24 Maret mendatang, sesuai dengan arahan Kapolri dan hasil koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan serta operator jalan tol.
Persiapan Menjelang Puncak Arus Balik
Meski puncak arus diperkirakan terjadi pada 24 Maret, langkah-langkah strategis telah dijalankan sejak dua hari sebelumnya. “Pada tanggal 22 dan 23, kami sudah melakukan berbagai langkah strategi. Kemungkinan penerapan one way lokal secara bertahap pada sejumlah ruas jalan pada tanggal 23 juga sedang dirumuskan,” jelas pernyataan resmi Korlantas.
Lebih lanjut ditegaskan, “Kami pasti akan menerapkan one way nasional untuk arus balik. Rencana ini sesuai arahan Kapolri dan telah kami laporkan kepada Menteri Perhubungan serta Direktur Jasa Marga dan Jasa Raharja. Skema ini akan di-flag out untuk arus balik mulai tanggal 24.”
Kondisi Lalu Lintas Masih Terkendali
Hingga dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri, kondisi lalu lintas secara nasional dilaporkan masih cukup terkendali. Meski terjadi peningkatan volume kendaraan di sejumlah wilayah, situasi secara umum dapat dikelola dengan baik.
“Alhamdulillah, dua hari setelah Lebaran, kondisi arus lalu lintas masih cukup terkendali. Memang ada peningkatan arus sesuai prediksi dan pemantauan teknologi. Terjadi aglomerasi yang cukup padat di beberapa titik, namun sudah berhasil kami kelola,” paparnya.
Titik Kepadatan yang Dipantau
Beberapa titik yang mengalami peningkatan kepadatan lalu lintas antara lain wilayah Semarang Raya, Jabodetabek, serta kawasan wisata populer seperti Bali, Malang Raya, Jakarta, dan Jawa Barat. Pemantauan ketat terus dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan.
“Berdasarkan hal itu, kami menyampaikan bahwa puncak arus mudik tertinggi tahun ini telah tercatat. Korlantas Polri bersama seluruh stakeholder, di bawah petunjuk Kapolri, telah mempersiapkan berbagai skenario manajemen dan tata kelola lalu lintas untuk menjaga kelancaran,” tutup pernyataan tersebut.
