Aksi Perampasan Motor Berkedok Debt Collector di Daan Mogot

www.winc-proxy — Sebuah aksi perampasan sepeda motor disertai penganiayaan diduga dilakukan oleh komplotan yang mengaku sebagai penagih utang atau debt collector. Insiden ini terjadi di Jalan Daan Mogot, kawasan Kalideres, Jakarta Barat, pada Selasa (3/3) dini hari sekitar pukul 05.10 WIB.

Korban, yang saat itu sedang berkendara menuju Tangerang, dihentikan secara paksa dan menjadi sasaran kekerasan di depan sebuah pabrik kaleng. Identitas korban hingga kini belum diketahui secara pasti.

Penyelidikan Polisi dan Patroli Diperketat

Kapolsek Kalideres, Kompol Rihold Sihotang, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima informasi mengenai kejadian tersebut dan sedang melakukan penyelidikan. Menariknya, hingga Rabu (4/3/2024), korban sendiri belum datang untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya secara resmi ke Polsek Kalideres.

“Kami selidiki terlebih dahulu. Korban juga sampai saat ini belum ada membuat laporan ke Polsek Kalideres,” jelas Rihold.

Menanggapi kekhawatiran warga terkait maraknya aksi premanisme yang sering disebut “mata elang” (matel) di wilayah Daan Mogot, Kapolsek memastikan akan meningkatkan intensitas patroli dan pengawasan. “Tim kami dari Opsnal Unit Reskrim selalu rutin melakukan patroli matel, terutama di sepanjang Jalan Daan Mogot. Ke depannya akan ditingkatkan patroli,” tegas Rihold.

Kronologi Korban Menurut Video Viral

Kronologi kejadian terungkap melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram @warga.jakbar. Dalam rekaman tersebut, terlihat korban, seorang pria, terduduk di pinggir jalan dengan kondisi pakaian basah dan berlumur lumpur hitam.

Korban yang mengaku bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah bank di Tangerang itu menyebut bahwa sepeda motornya serta sejumlah barang berharga miliknya dirampas oleh para pelaku.

Ia menceritakan, saat sedang berkendara di pagi buta, tiba-tiba dipepet oleh empat orang pelaku yang mengendarai dua sepeda motor. “Lagi jalan, tiba-tiba nyalip dua motor. Satu depan satu belakang. Saya hampir mau jatuh. Kunci saya ditarik,” ujar korban dalam video tersebut.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya keamanan bagi pengguna jalan, terutama di waktu-waktu sepi, dan perlunya tindakan tegas terhadap kelompok yang beroperasi di luar hukum dengan mengatasnamakan profesi tertentu.

You May Also Like

More From Author