Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa syukur atas perkembangan pesat Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Dalam acara tasyakuran satu tahun berdirinya lembaga tersebut, Presiden mengungkapkan bahwa Danantara telah menjelma menjadi salah satu Sovereign Wealth Fund (SWF) atau dana kekayaan negara terbesar di dunia, tepatnya di peringkat keenam.
Pencapaian Gemilang dalam Satu Tahun
Pencapaian ini disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan satu tahun Danantara di Wisma Danantara, Jakarta. Ia mengapresiasi langkah besar yang telah ditempuh oleh lembaga yang baru dibentuk pada Februari tahun lalu tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan bukti nyata dari pengelolaan yang baik dan komitmen politik yang kuat untuk membangun institusi yang kredibel serta profesional.
“Kita bersyukur bahwa manajemen satu tahun ini sudah membuktikan bahwa dengan manajemen yang baik, pengelolaan yang baik, terutama dengan kemauan politik dan semangat yang benar, hasilnya sudah terlihat,” tutur Prabowo.
Pilar Ketahanan Ekonomi Nasional
Lebih lanjut, Presiden menegaskan peran strategis Danantara dalam memperkuat fondasi ketahanan ekonomi Indonesia. Peran ini dinilai semakin krusial di tengah dinamika dan ketidakpastian situasi global yang kerap diwarnai berbagai krisis.
Prabowo juga menyoroti kontribusi Danantara dalam mendukung program-program strategis pemerintah, seperti swasembada pangan dan energi. Ia menyebut program swasembada pangan telah mencapai sebagian tujuannya, sementara target swasembada energi diproyeksikan dapat terwujud dalam kurun waktu empat tahun ke depan.
“Kita sudah punya rencana swasembada pangan, Alhamdulillah sudah tercapai sebagian. Kita juga memiliki tekad untuk mencapai swasembada energi, yang kami yakin akan terwujud dalam empat tahun lagi,” jelasnya. Keberadaan Danantara diharapkan dapat menjadi motor penggerak dan penopang pendanaan bagi terwujudnya cita-cita ketahanan nasional tersebut.
